NILAI UJIAN TINGGI,MASALAH YANG TIMBUL

Iklan
Sebelumya penulis menyampaikan, tulisan ini benar adanya, tidak ada scenario dan ataupun tidak ada sama sekali untuk menghina ataupun merendahkan, ini hanya untuk berbagi cerita dan pengalaman semata, hanya saja alurnya yang mungkin terlewatkan atau kata-katanya saja kurang baik.


Ini cerita dan pengalaman owe sendiri serta dengan temen sekelas. Seperti bisanya kami satu sekolahan ujian atau semesteran yaitu tepatnya ujian semester terakhir pada lokal XII IA yaitu mata pelajaran Fisika dan guru pengajarnya Ibu Dian nama panggilannya. Seperti biasa kami ujian dengan tertib dan teratur. dan tentunya setelah ujian seperti biasa satu minggu setelah unjian berlagsung, kami semua menerima atau melihat hasil ujian. Nah disinilah timbulnya keanehan kami satu lokal XII IA melihat pengumuman nilai, dan ternyata kami satu lokal tidak ada yang mendapat nilai yang lebih dari 50 alias gagal semua, seperti kita ketahui XII IA udah memang bagian ilmu alam musathil gagal semua, memang sih FISIKA itu susah dan membosankan, he...he...he..., tapi biasnya sesulit apapun soal yang diberikan tetap ada sebagian yang mendapatkan nilai yang tinggi. Maka otomatis kami semua melakukan remedial atau perbaikan nilai pada hari yang sama, yaitu ketika melihat hasil ujian. Nah disinilah awal timbulnya masalah,,, Seperti biasa kami ujian ulang atau perbaikan nilai,,, dan langsung di awasi oleh Ibu Dian. ujian berlangsung dengan lancar...hening suasana di dalam lokal. setelah 15 menit berlangsung ujian, tiba-tiba dekejutkan oleh suasana yang tidak bisa di tebak. ketika semua sedang konsentrasi ujian, tiba-tiba salah seorang siswa yaitu owe sendiri (put) berdiri seraya mengumpulkan lembar jawaban dan bergegas keluar sambil mengucap "misi bu,,," . tentu saja ujian yang tadi menegangkan apalagi dengan mata pejaran FISIKA gthu lho... "
50 soal cuma 15 menit" siapa yang gak terheran-heran, dan otomatis Ibu Dian tersenyum Asem melihat owe keluar duluan...
Beberapa hari setelah ujian remedial berlangsung kami pun satu lokal melihat hasilnya... tapi apa yang terjadi???????????????????????????????????
Dengan jantung yang menggelegar kami melihat hasinya, ternyata hasil ujian kami semua mendapat nilai 95 keatas... HA???? MASA IYA????..........
nah itulah ungkapan semua orang bila melihat ini semua,,,,, dan tentunya Ibu Dian sebagai pengawas sekaligus guru pengajar mata pelajaran FISIKA bertanya-tanya... dan akhirnya Ibu Dian menaruh curiga, apalagi ketika owe (put) keluar duluan dan terhitung paling cepat selesai,dengan soal 50 yang harus owe seleaikan, padahal Ibu Dian tidak tau sama sekali kenapa owe (put) keluar duluan dan tergesa-gesa, sebenarnya owe duluan keluar karena memang lembar jawaban owe memang sudah terisi semua, dan yang paling penting owe (put) keluar duluan dan tergesa-gesa disebabkan ada tanggung jawab yang harus owe penuhin, yaitu owe harus datang secepat mungkin ke RS UMUM setempat, karena owe sudah dutunggu keluarga, dan Paman owe sakit keras yang membutuhkan DARAH secepat mungkin, makanya owe dipanggil untuk menjemput seseorang yang mau Mendonorkan darahnya, karena RS nya dekat dengan kos sekalian School we, sedangkan rumah paman we jauh dari RS itu. bila beli tentu temen-temen semua ngerti perlu berapa biaya untuk itu... Ibu Dian semakin Curiga, pada akhirnya Ibu Dian mngumpulkan kami satu lokal dan seraya bertanya " APA BENAR NILAI YANG IBU LIHAT INI?????, Ibu tidak percaya sama sekali. sekarang Ibu mau kalian semua jujur. Siapa yang mengambil kunci jawaban di tas Ibu??????????????????, tidak mungkin kalian semua bisa jawab soal-soal ini padahal ujian pertama x kalian tidak ada yang nilainya di atas 50???????????????????". Tentu saja kami semua yang merasa tidak melakukan itu kami tidak ada yang mau menjawab, maka Ibu Dian berkata lagi " oke kalau memang kalian tidak mau mengaku maka Ibu Akan tetap mengisi nilai Fisika kalian ke dalam rapor tetap nilai yang awal kalian ujian". Dengan mendengar itu langsung saja seorang siswa yaitu owe sendiri seraya berkata "Gak bisa githu lah Bu, orang kami memang tidak ada lihat kunci jawaban Ibu". Dan Ibu itu Menjawab dengan Emosi "OH jadi kalian mau nilai tingi, nah jujurlah ajalah siapa yang ngambil kunci jawaban??????????????????????????????????". Belum selesai Ibu ngomog owe (put) mau langsung menentang omongan Ibu Dian dengan emosi, tapi seraya teman di balakang owe (mitha) memutus kata-kata owe " Udahlah !!! gak usah dilawan ikutin, ngalah ja!!!", karena mendengar itu owe (put) langsung diam dan mendengar Ibu itu ngomog sekalipun dalam hati owe sangatlah dongkol. Dan keputusan akhir dipegang Ibu Dian dan kami hanya mengikuti. Nanti kalau melawan di katakan anak DURHAKA dan tak tau diuntung lagi. Ibu Dian tetap bersikeras tetap mengisi nilai akhir rapor ujian semester tetap diisi dengan nilai yang 50, padahal Ibu Itu tidak sadar kalau sebelumnya Ia buat kesalahn yang membuat kami bisa dapat nilai tinggi, tapi jujur kami semua tidak ada yang berniat curang apalagi ingin mengelabuhi dan menbohongi Ibu kami sendiri, ini semua sebenarnya disebabkan Ibu Itu tidak teliti, lho kokz gthu????????????, ya iyalah.......................................... ketika kami melihat hasil ujian pertama dimana kami semua tidak ada yang mendapat nilai yang lebih dari 50, dan sekaligus kami menerima lembaran jawaban hasil ujian yang telah diperiksa,,, nah disinilah sebenarnya penyebab masalah ini timbaul, yaitu dimana lembaran jawaban yang sudah diperiksa tadi rupanya diceklis oleh Ibu Dian, yaitu jawaban yang benar diceklis dengan tinta warna merah (mungkin untuk memudahkan pemeriksaan , supaya tidak ada yang terlewatkan). Nah tentu saja kami semua yang lagi bingung dan takut nantinya remedial nilai kami akan terulang lagi jeblokkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk, ketika dalam kebingungan ini kami tersentak dan disadarkan oleh sebuah kebahagian, yaitu dimana lembar jawaban tadi sudah diceklis bila jawabannnya benar. Tentunya kami dengan mudah mengakumulasikan semua jawaban yang benar dari semua lembar jawaban yang kami terima, karena ujian ulang dilakukan hari tersebut dengan soal yang sama, maka kami semua bergegas untuk menghapal kunci jawaban yang telah kami akumulasikan tadi untuk memudahkan menjawab soal. Nah itulah sebabnya kami semua mendapatkan nilai baik. Dan tidak ada sedikitpun kami melakukan tindak pencurian dan penipuan terhadap Guru kami sendiri, kami semua hanya kebingungan kerena kami telah beranggapan tidak akan bisa menjawab dengan sempurna ujian nanti sekalipun dengan soal yang sama.